Senin, 24 Mei 2010

About Bunda



Setelah melalui gonjang-ganjing di mata publik dan mengalami banyak kehilangan, Maia Estianty menunjukkan siapa ‘Sang Juara’ sebenarnya.

Maia Estianty melanda dunia musik Indonesia dengan Ratu sejak tahun 2003. Bersama Pingkan Mambo, sesama penyanyi latar untuk Dewa19, lagu-lagu macam “Aku Baik-baik Saja” dan “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu” dari album Bersama membuat Ratu dikenal dan populer. Ketenaran itu semakin memuai ketika Ratu tahun 2005 berawak Maia dan Mulan Kwok(nama sebenarnya Raden Wulansari ^_^), seorang penyanyi yang didapatkan dari proses audisi untuk pengganti Pingkan yang mengundurkan diri dengan alasan perbedaan visi. Selama tahun 2005 dan 2006, Ratu merajai Indonesia(seperti namanya : RATU).


Dimulai dengan lagu “Teman Tapi Mesra”, dari album Ratu and Friends (2005) yang laku 400 ribu kopi, lagu yang berkesan genit ini sukses menggoda telinga masyarakat Indonesia, hingga “Lelaki Buaya Darat” dan “Dear Diary” dari album No Satu (2006), yang kemudian laku hingga 500 ribu kopi. Berperan utama dalam hal pemilihan dan aransemen lagu Ratu sejak awal, Bunda Maia pernah meraih penghargaan AMI tahun 2006 dalam kategori produser terbaik bagi lagu “Teman Tapi Mesra”(wooww,prok..prok..prok..), mengalahkan Erwin Gutawa sebagai sesama nominee.


Ratu dengan cepat menjadi salah satu nama paling besar di industri musik, dengan lagu-lagu yang ringan dan mudah diinget di kepala, serta gaya pakaian personelnya yang sulit dilupakan. Tak sulit untuk menunjuk siapa penyebab meruaknya gaya yang disebut-sebut berasal dari Harajuku Jepang (stocking berwarna silau bo’! kaos ramai motif! sarung tangan! rambut warna-warni!), tapi bunda bilang, gaya Ratu lebih condong ke arah London street style.Maia Estianty melanda dunia musik Indonesia dengan Ratu sejak tahun 2003. Bersama Pingkan Mambo, sesama penyanyi latar untuk Dewa19, lagu-lagu macam “Aku Baik-baik Saja” dan “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu” dari album Bersama membuat Ratu dikenal dan populer. Ketenaran itu semakin memuai ketika Ratu tahun 2005 berawak Maia dan Mulan Kwok, seorang penyanyi yang didapatkan dari proses audisi untuk pengganti Pingkan yang mengundurkan diri dengan alasan perbedaan visi. Selama tahun 2005 dan 2006, Ratu merajai Indonesia.
Dimulai dengan anthem “Teman Tapi Mesra”, dari album Ratu and Friends (2005) yang laku 400 ribu kopi, lagu yang berkesan genit ini sukses menggoda telinga masyarakat Indonesia, hingga “Lelaki Buaya Darat” dan “Dear Diary” dari album No Satu (2006), yang kemudian laku hingga 500 ribu kopi. Berperan utama dalam hal pemilihan dan aransemen lagu Ratu sejak awal, Maia pernah meraih penghargaan AMI tahun 2006 dalam kategori produser terbaik bagi lagu “Teman Tapi Mesra”, mengalahkan Erwin Gutawa sebagai sesama nominee.
Ratu dengan cepat menjadi salah satu nama paling besar di industri, dengan lagu-lagu yang ringan dan mudah menempel di kepala, serta gaya pakaian personelnya yang sulit dilupakan. Tak sulit untuk menunjuk siapa penyebab meruaknya gaya yang disebut-sebut berasal dari Harajuku secara nasional saat itu (stocking berwarna silau! kaos ramai motif! sarung tangan! rambut warna-warni!), walau itu kemudian dibantah oleh penata gaya mereka yang menyatakan bahwa gaya Ratu lebih condong ke arah London street style.

Di awal tahun 2007, Ratu tiba-tiba mendapat guncangan hebat atau bencana untuk bunda. Dalam sebuah konferensi pers, Mulan mengungkapkan ketidakpuasannya atas tidak transparannya manajemen Ratu, termasuk soal pembagian royalti. Hingga akhirnya Mulan keluar dari Ratu, dan Ratu pun vakum selama sekitar setahun. Seperti tali yang sambung menyambung, masalah demi masalah mulai mendatangi bunda Maia . Rumah tangganya dengan Dhani Ahmad Prasetyo luluh lantak, dan pemberitaan media tentang isu ini seperti tak mengenal akhir, mulai dari harta gono-gini sampe pembagian hak asuh anak-anak. Sampai-sampai bunda Maia di-‘anugerahi’ sebuah piala bertuliskan ‘Artis Sejuta Kasus’ di tahun 2007 oleh sebuah infotainment (hahahahaha..).


Namun bunda yang memang terlihat lebih banyak diam ternyata terus menjalankan ambisi musiknya, yang kemudian bernama Duo Maia karena nama ‘Ratu’ tak diizinkan oleh Dhani. Mey Chan menjadi pengganti Mulan, dan Duo Maia merilis dua single pada bulan Januari, “Ingat Kamu” dan “EGP” dalam album Maia and Friends (2008).


Alhamdulillah setelah resmi bercerai di bulan September 2008, Bunda semakin menyibukkan diri dengan Maia Entertainment, tempat bunda bergerak sebagai produser sekaligus produser eksekutif bagi artis orbitannya, Pasto.Bunda memiliki share di tiga kafe yang semuanya tersebar di Kemang, yaitu Venue, Tipsy, dan Shy Rooftop dan bergabung sebagai penanam saham di PT Outsourcing Indonesia yang sudah memperkerjakan kurang lebih 7000 pegawai(prokk..prok..prok..), “Mencoba sesuatu yang barulah,” katanya. Bersama Mey Chan, tahun 2009 merilis album terbaru berjudul Sang Juara bulan Februari(2009).
Maia Estianty melanda dunia musik Indonesia dengan Ratu sejak tahun 2003. Bersama Pingkan Mambo, sesama penyanyi latar untuk Dewa19, lagu-lagu macam “Aku Baik-baik Saja” dan “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu” dari album Bersama membuat Ratu dikenal dan populer. Ketenaran itu semakin memuai ketika Ratu tahun 2005 berawak Maia dan Mulan Kwok, seorang penyanyi yang didapatkan dari proses audisi untuk pengganti Pingkan yang mengundurkan diri dengan alasan perbedaan visi. Selama tahun 2005 dan 2006, Ratu merajai Indonesia.


Dimulai dengan anthem “Teman Tapi Mesra”, dari album Ratu and Friends (2005) yang laku 400 ribu kopi, lagu yang berkesan genit ini sukses menggoda telinga masyarakat Indonesia, hingga “Lelaki Buaya Darat” dan “Dear Diary” dari album No Satu (2006), yang kemudian laku hingga 500 ribu kopi. Berperan utama dalam hal pemilihan dan aransemen lagu Ratu sejak awal, Maia pernah meraih penghargaan AMI tahun 2006 dalam kategori produser terbaik bagi lagu “Teman Tapi Mesra”, mengalahkan Erwin Gutawa sebagai sesama nominee.


Ratu dengan cepat menjadi salah satu nama paling besar di industri, dengan lagu-lagu yang ringan dan mudah menempel di kepala, serta gaya pakaian personelnya yang sulit dilupakan. Tak sulit untuk menunjuk siapa penyebab meruaknya gaya yang disebut-sebut berasal dari Harajuku secara nasional saat itu (stocking berwarna silau! kaos ramai motif! sarung tangan! rambut warna-warni!), walau itu kemudian dibantah oleh penata gaya mereka yang menyatakan bahwa gaya Ratu lebih condong ke arah London street style.


Di awal tahun 2007, Ratu tiba-tiba mendapat guncangan hebat. Dalam sebuah konferensi pers, Mulan mengungkapkan ketidakpuasannya atas tidak transparannya manajemen Ratu, termasuk soal pembagian royalti. Hingga akhirnya Mulan keluar dari Ratu, dan Ratu pun vakum selama sekitar setahun. Seperti sambung menyambung, masalah demi masalah mulai mendatangi Maia. Rumah tangganya dengan Ahmad Dhani luluh lantak, dan pemberitaan media tentang isu ini seperti tak mengenal akhir, mulai dari harta gono-gini hingga pembagian hak asuh ketiga anak mereka. Sampai-sampai Maia di-‘anugerahi’ sebuah piala bertuliskan ‘Artis Sejuta Kasus’ di tahun 2007 oleh sebuah infotainment.


Namun Maia yang memang terlihat lebih banyak diam ternyata terus menjalankan ambisi musiknya, yang kemudian bernama Duo Maia karena nama ‘Ratu’ tak diizinkan penggunaannya oleh Dhani. Mey Chan menjadi pengganti Mulan, dan Duo Maia merilis dua single, “Ingat Kamu” dan “EGP” dalam album Maia and Friends (2008).


Resmi bercerai di bulan September 2008, Maia Estianty kini menyibukkan diri dengan Maia Entertainment, tempat ia bergerak sebagai produser sekaligus produser eksekutif bagi artis orbitannya, Pasto. Ia memiliki share di tiga kafe yang semuanya tersebar di Kemang, yaitu Venue, Tipsy, dan Shy Rooftop. Baru-baru ini ia juga bergabung dengan PT Outsourcing Indonesia, “Mencoba sesuatu yang barulah,” katanya. Bersama Mey Chan, Maia yang dipanggil ‘Bunda’ oleh orang-orang di sekitarnya ini siap merilis album terbaru berjudul Sang Juara bulan Februari lalu.

”Apapun yang terjadi kemarin di media dan apapun omongan orang, pendapat orang tentang aku, aku nggak perlu meluruskan atau mengiyakan atau bilang ‘tidak’, karena aku nggak peduli. EGP [emang gue peduli]… [tertawa] “  itulah yang bunda sering katakan jika ditanya tentang masa lalu...

0 komentar:

Posting Komentar